menjadi orang tua single parent. (maybe the worst one)

Discussion in 'Ruang Curhat' started by A mean, 14 April 2018.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. A mean

    A mean New Member

    setelah lama pengen sekali mengeluarkan uneg-uneg ke orang lain, dan saya menemukan forum ini semoga tidak ada yang merasa terganggu. karena mungkin sebagian orang menganggap hal seperti seharusnya tidak di bicarakan dengan orang lain.

    kondisi saat ini, ceritanya saya lagi berantem sama anak. saya melanggar janji buat nemenin dia weekend tapi saya malah kerja untuk hari dan sampai besok. saya pulang dianya gak mau ngomong sama sekali, udah di bujuk pakai hot wheels, makanan kesukaan, gak mempan.. :emoji_laughing: andai istri masih ada mungkin dia lebih pintar mengatasi hal seperti ini.

    ok itu juga menjadi keluhan utama saya pada diri sendiri, yg merasa gagal sebagai ayah..
    tapi ada hal yang paling saya rasakan saat ini adalah, rasa kangen saya dengan istri.. :emoji_laughing::emoji_laughing:
    jujur saat istri meninggal dan saya harus menggurus anak sendiri, rasanya sanggat depresi sekali. mengingat saya adalah tipe orang yg agak kaku dan gak fleksibel terhadap segala hal, dan istri lah yg mendukung segalanya untuk saya..

    tapi sekarang saya lebih mendingan, karena dulu selalu beli makanan instant ata beli dari restauran pagi di hangatin, karena saya gak bisa masak. tapi sekarang sudah bisa masak karena gimanapun juga saya harus memperhatikan gizi anak juga.
    sering kelabakan atau bentrok waktu jemput anak sekolah dengan jam istirahat kantor.
    Alhamdulillah nya anak cukup mandiri jadi saya hanya tinggal jemput sekolah, saat saya belum pulang dia bisa hangatin makanan yg saya masak paginya dengan microwave.

    sering kepikiran buat keluar dari kerjaan dan memulai usaha baru atau pindah kerja yang memiliki jam kerja yang lebih fleksibel..
    karena jujur waktu saya benar2 tersita sekali, dan hampir gak ada waktu untuk anak saya.
    bebarapa teman ada menyarankan menikah lagi, bahkan bebarapa kali di kenalkan juga.
    tapi saya takut anak saya tidak menerima posisi ibunya di gantikan, terlebih wanita tsb tidak bisa menyayangi sepenuhnya dan mengerti anak saya.
    dan yang lebih membuat saya menunda hal tersebut, karena rasa sayang dan cinta saya terhadap istri saya dari dulu sampai sekarang belum berubah.
    she will always be my special one..

    ada cita2 kami berdua yang belum tercapai hingga kini, yaitu naik gunung dan camping bertiga.
    meskipun secara fisik dia rapuh, tapi dia cinta alam bgt orangnya, lebih dari saya. kami sering sekali camping berdua saat masih kuliah dulu. dan sejak dulu menjadi cita2 ketika kita menikah dan punya anak kita bisa camping sekeluarga, dan cita2 dia gak tercapai hingga sekarang..
    tapi saya akan mewujudkan nya setalah anak saya umur 8-9 tahun.

    mungkin cukup tulisan saya yang berantakan, dan ngelantur.. mohon di makluuummm sekali, saya (kalo kids zaman now bilang) galaaauu banggeett.. terimakasih untuk anggota dan pembuat forum yang luar biasa ini.. setelah menulis ini saya agak legaan..
     
  2. Shadow

    Shadow Well-Known Member

    Keputusanmu sudah benar, kalau si wanita tidak menyayangi anak kamu ga perlu diteruskan. Kalau suatu hari nanti kamu mau cari istri, tanya dulu pendapat anakmu boleh atau tidak.

    Kalau ga boleh, iklaskanlah. Kalau boleh, kamu cari wanita yg bisa nerima kamu PLUS anak kamu. Wanita yg bisa sayang dan cocok sama kamu anak kamu. Kalau udah ketemu, kasih tau dulu kalau kamu butuh "persetujuan" anak. Untuk melanjutkan ke jenjang yg lebih serius (jadi pacar).

    Kemudin bawa dan perkenalkanlah teman wanita kamu alias "calon" pacar (bukan calon istri untuk sekarang) ke anak, supaya si anak bisa menilai. Apakah dia setuju atau tidak sama pilihan kamu.

    Kalau anak udah setuju, bisa dilanjut ke tahap pacaran (tetap libatkan anak). Dan dari sini kamu dan anakmu bisa lebih mengenal sang wanita. Bisa dipikirkan matang2, dipertimbangkan, mau lanjut atau tidak.

    Kalau anak keberatan tanya, bagian mana yg keberatan. Kalau si anak tetap ga bisa "klik" sama si calon. Mending ganti yg baru. Anak kamu penting kan buat kamu? Jadi hargai pendapat dia :)

    Maaf cuma punya saran itu...
     
  3. Maiia

    Maiia Well-Known Member

    Keep fight!
     
  4. A mean

    A mean New Member

    terimakasiiihh... saya pribadi gak terlalu terburu-buru mencari pasangan baru sih. dan prioritas saya saat ini kepada anak saya.
    kalau saya menikah lagi, maka waktu dengan anak juga akan semakin sedikit. saya mungkin menjadi ayah yang buruk tapi saya gak mau menjadi ayah yang gagal.

    .tadi aja dia masih ngambek gak mau ngomong sama sekali, saat ini di kantor tapi nyawa saya ada di rumah rasanya.
    kalau ada yang punya saran tentang ini saya terbantu banget.
    anyway thanks buat saran dan masukanya..
     
    Shadow likes this.
  5. A mean

    A mean New Member

    thank you..
     
    Maiia likes this.
  6. juzie

    juzie Well-Known Member

    seringlah bercerita ke anakmu ttg keadaanmu yg sbnrnya, komunikasi yg trbuka dgn begitu mungkin anakmu akan lbh ngerti
     
    Shadow likes this.
  7. caramel

    caramel Member

    Tetap jadi papa kece buat anknya om
     
  8. Talita

    Talita Well-Known Member

    Ceritanya malah ingat film animasi UP.

    Dulu sih,temanku mama meninggal.lalu ayahnya nikah lg.dia begitu terpukul apalagi mama tirinya kayak suka belanjain uang dari almarhumah (gak ngerti jg saat it mungkin maksudnya uang gaji ibunya soalnya ibunya pns).d beliin tas dll.

    Apalagi "maaf" agak bahaya kalau km mau d jodohin sm teman temanmu.banyak teman iseng yg malah ngenalin sm ibu ibu berperut besar yg kerja d club malam.

    Kerjaan gimana?kalau km mutusin untuk berhenti kerja dan mulai usaha,ingat kalau usaha gak selamanya akan berapa d atas.bahkan harus mengorbankan sebagian harta kekayaan kita misalnya ada masalag atau kerugian yg mendadak.

    Mending kalau mau usaha,memang harus saving money sebelumnya.macam deposito d bank atau d asuransi yg aman.agar uang bs berbunga dan kalau asuransi kan lumayan jg kalau km sakit,bs claim.
     
  9. reiha

    reiha Well-Known Member

    Hai kk... Setelah kehilangan mamanya, ketakutan terbesar dia adalah kehilangan papanya. Jadi dia marah bukan karena benci, tapi karena cemas. Jadi tantangan kk adalah meyakinkan dia bahwa dia tidak sendirian. Silahkan pindah kerja atau wirausaha kalau memungkinkan, sebab anak kk masih butuh perhatian ekstra. Btw kakek/neneknya masih ada, nggak? Mungkin mereka bisa membantu?

    Saran sebagai sesama ortu ya... saat kita melakukan kesalahan pada anak, daripada minta maaf dengan menyuap, lebih baik biarkan dia menegur kita. Dengan begitu kita mengajarkan anak bahwa masalah bisa diselesaikan dengan komunikasi, bukan dengan materi.

    Tetap semangat ya kk...
     
  10. A mean

    A mean New Member

    wah serem juga ya. temen kenalin cuman sekitar kantor aja sih, atau sekedar relasi lalu di kenalin ke saya. untuk memulai usaha baru, saya belum memikirkan secara serius dan bener banget kalau usaha harus benar2 memikirkan perencanaan yang matang.
    dan thank you banget buat masukanya.
     
  11. A mean

    A mean New Member

    iya ini hal yang benar2 saya harus pikirkan, karena selama ini saya sadar betul komunikasi yang benar2 kurang.
    thank you, saya akan berusaha :emoji_relaxed:
     
  12. heru2018

    heru2018 New Member

  13. Talita

    Talita Well-Known Member

    Tapi menurutmu km ada perasaan kesepian gak?
    "Maaf" nih km bs nahan gak berhubungan badan & bisa nahan gak ada yg urus km?

    Terkadang laki laki ketika menjadi duda,merasa kesepian gak ada yg urus dia lg dll.(it normal sih menurur aku karna km manusia).

    Tapi salut aja sih karna km milih setia meski istri km sudah meninggal.dan menjadi superhero buat anak anakmu ^^
    Kalau suatu hari km sudah tdk kuat dan butuh pendamping untuk merawat kalian,kamu lebih baik menikah lg.namun dengan org yg memang wataknya km tahu.jangan baik pas d awal pas jd istri nuntut ini itu.kalau mau,teman jaman smp atau sma yg memang km tau berwatak baik ^^
     
  14. Talita

    Talita Well-Known Member

    Karna suatu hari,jika anak anakmu sudah besar dan sudah menikah,mereka akan memiliki rumah tangga sendiri dan kamupun tdk bs selalu sendiri.km butuh pendamping.
     

Share This Page