toxic yang tidak perlu

Discussion in 'Ruang Curhat' started by apple boy, 14 March 2019.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. apple boy

    apple boy Member

    Tuhan. Dimana engkau sekarang? Apa kau sedang mengawasiku? Bantu aku melewati kesulitan ini. Mengapa engkau menciptakanku dengan sikap negatif mudah depresi? Mudah tersinggung. Merasa benar, sombong, ceroboh dan pesimis? Meskipun kelebihan ku hanya di beberapa hal. Tapi kecenderungannya aku ini bodoh. Tidak mampu menentukan skala prioritas atau lebih tepatnya tidak mampu commit dengan skala prioritas atau keputusan yang telah dibuat.

    Aku mengakui kalau aku salah. Tapi aku tidak sanggup menerima hukuman ya allah. Sumpah ini hukuman paling menyakitkan. Tidak merasa bersalah ketika melakukan maksiat. Biasa saja ketika meninggalkan sholat. Maaf ya allah.

    Aku sering meremehkan kehadiranmu. Jika aku mendapat hal baik itu karena usaha ku. Jika aku tertimpa kemalangan. Aku berusaha menyalahkan mu. Mengapa engkau gariskan nasib ku seperti ini? Semua mimpi ku terkubur dalam sikap kekanak-kanakan ku. Lari dari masalah. Apakah aku masih pantas untuk hidup? Apakah dengan mengungkapkan pikiran seperti ini akan membantu ku? Di mana engkau tuhan? Aku membutuhkan mu. Selamatkan aku.

    AKU TAKUT DITUDUH PEMBOHONG, AKU TAKUT DITUDUH KORUPTOR. AKU TIDAK SUKA DICAP BODOH DAN MALAS.

    Baru semenit yang lalu menyesal tapi sekarang sudah tidak merasa lagi bersalah hahahahahahahahahaa..... aku memang pantas mati. Aku tidak boleh hidup. Jika aku hidup maka aku hanya menjadi benalu bagi orang di sekeliling ku. Itu alasan aku menghindar dari tugas kelompok. Menjauh dari pergaulan. Menarik diri dari kerjasama. Bukan kah hrd bertugas agar mengeliminasi orang yang tidak bisa bekerjasama? Lalu untuk apa aku berusaha kalau akhirnya aku tidak layak untuk bekerja?

    Manajer proyek tempat aku kerja praktek mengatakan. Habbit seseorang bisa dirubah sampai ia berusia 25 tahun. Sekarang 14 maret 2019, usiaku 24 tahun. Masih ada kesempatan untuk merubah habbit atau kebiasaan ku. Sisa 1 tahun, itu waktu yang sangat panjang. Akan kau gunakan untuk apa waktu 1 tahun lagi? Mengenang masa lalu? Mencari hiburan atau menyia-nyiakan kesempatan itu dengan bunuh diri.

    Bicara bunuh diri. Apakah itu akan menyelesaikan masalah?

    List masalah:

    Ibu khawatir dengan keadaan ku

    Ibu khawatir dengan masa depan ku

    Banyak orang yang tersakiti dengan sikap acuh (terhadap tugas tim/kelompok) ku. Untuk hal ini bahkan sampai ada yang menyumpahiku karena mereka merasa terzholimi. Aku hanya bisa diam.

    Ada yang tidak mau bicara lagi dengan ku dan menghindari ku. Aku ini toxic bagi mereka.

    Pala ku peyang

    Muka ku jelek


    Hadeuuh apa tidak ada yang bagus dari diriku? Wait. Aku ini lumayan tampan bagi mereka yang rabun. Ahaha. Yah, ini karena gadis di toko langganan ku berhijab beberapa hari setelah aku berkunjung ke sana. Mungkin karena tidak mendapat feedback dari ku atau aku meresponnya dengan biasa saja, sebulan kemudian gadis itu tidak berhijab lagi dan wajahnya masam padaku. Hahaha. Hal yang sama terjadi dengan gadis pelayan di warteg langganan ku. Mendadak berhijab setelah bertemu aku. Dan sebulan kemudian (sekarang) ia tidak berhijab lagi. Hahaha. Yah, bersyukur sempat ada yang caper padaku. Namun lebih baik mereka melupakan ku dan tidak berharap lebih dari ku. Untuk kebaikan mereka sendiri.

    akhirnya aku menjadi seperti "menyelesaikan masalah dengan lari dari masalah". tanpa menyadari diam pun menjadi masalah. hidup salah mati pun salah. entah apa yang benar. oh ya. Tuhan itu maha benar. doaku agar bisa kembali ke jalan yang benar.
     
  2. Tuhan selalu ada di hati hamba-hambanya mas, hanya saja kita sebagai hamba seringkali menutupi itu dengan tumpukan dosa. Semua yang tertutup akhirnya seringkali membuat sesuatu harusnya terlihat dan keluar akhirnya bersembunyi dibalik tumpukan tumpukan yang menutupinya. Ibaratnya ada sampah yg sedang menutupi. Cara yang paling benar agar pintu itu terbuka ya bersihkan sampah sampahnya terlebih dulu supaya apa yang tertutup itu akhirnya bisa terlihat.

    Allah sama sekali bukan pemarah. Allah selalu sayang terhadap hamba-hambanya. Dia selalu ingin dekat dengan hamba-hambanya. Buktinya apa? Ya buktinya hamba-hambanya ini sering kali diberi ujian hidup yang tidak ada hentinya. Fungsinya ya salah satunya agar kita sadar bahwa sehebat apapun kita semua ada di tangan Allah. Allah yang menciptakan masalah Allah juga yang menyediakan jalan keluarnya. Masalah bukan menjadikan agar kita jauh dari Tuhan, justru dengan masalah kita harusnya bisa lebih dekat dengan Tuhan. Merasa di dunia ini tidak ada apa-apanya jika bukan rahmat dari Tuhan yang maha Esa. Perbaiki hati. Hati itu cerminan kepribadian. Barangkali ada yang salah dengan hati kita.

    Oh ya, untuk masalah di kantor saya sebenarnya cukup penasaran. Apa mas orang tipe yang sulit beradaptasi dan bekerja kelompok? Karna memang ada beberapa orang yang butuh adaptasinya susah, butuh proses yang panjang sehingga kadang kala dalam proses adaptasi tersebut tanpa sadar kita memunculkan sikap yang tanpa disadari dianggap buruk oleh orang lain. Dan untuk bekerja kelompok, tidak semua orang memang suka bekerja kelompok jadi kalo memang ada kendala dalam sistem kerja kelompok ada baiknya dikonsultasikan dengan HRD mas. HRD harusnya punya pemecahan masalah jika karyawan mendapat keluhan dalam kinerja. Atau jika memang bener-bener tidak bisa berubah sistemnya lebih baik coba ganti pekerjaan yang sekiranya tidak membutuhkan tugas kelompok lebih banyak. Stress kerja yang ditumpuk terlalu lama ndak bagus juga untuk kesehatan mental.

    Semoga bisa sedikit membantu menenangkan.
     
  3. Shadow

    Shadow Well-Known Member

    Tuhan punya cara, agar umatnya kembali ke jalan yg benar. Ambil contoh dari saya.... Saya sebenarnya sudah menyerah dengan hidup (hidup enggan mati tak mau). Saya mau kasih seluruh tanggung jawab saya (sebagai anak pertama) ke adik2 saya. Saya cuma ingin pergi dari rumah dan menunggu kematian.

    Saya orang yg amat sangat keras kepala, kalau saya udah berpikir A, saya akan teguh pada pilihan A. Walau kata semua orang (ortu, saudara,teman) itu pilihan salah. Saya ga akan mau ganti kecuali kalau ada alasan yg bisa meyakinkan saya.

    Dan tahu apa akibatnya? Tuhan 'menegur' saya lewat cara yg keras....

    Adik saya dipertemukan dengan seseorang, dan karena org tersebut adik saya rela membuang keluarganya demi bersama dengan orang tsb. Padahal udah jelas orang tsb bukan orang yg baik, tapi mata dan telinga adik saya seperti tertutupi.

    Dan saat itu terbukalah pikiran saya... Saya berpikir, kalau adik saya pergi dengan orang itu, otomatis keluarga saya ga bakal ada yg ngurus. Dan saya ga mau keluarga saya jadi hancur (anak2nya pada pergi semua). Maka saya berubah pikiran dan mencoba memulai 'bertanggung jawab' akan keluarga saya.

    Saya juga jadi lebih dekat dengan sang pencipta, saya berdoa agar saya sekeluarga diberi jalan yg terbaik. Setelah beberapa lama, akhirnya adik saya tersadar akan kesalahannya dan kembali pada keluarga. Saya juga sekarang udah ga punya keinginan untuk lari dari tanggung jawab (sebagai anak pertama).

    Tuhan menyadarkan saya dengan cara yg tidak terduga, padahal saya udah berencana untuk pergi dan putus hubungan dengan keluarga. Tapi akhirnya saya malah dibuat dekat dengan keluarga. Keinginan untuk mati sekarang sudah berkurang walau kadang kambuh kalau lagi stres.

    Pasti suatu hari kamu bakal disadarkan olehNya. Dengan cara yg tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
     

Share This Page