Menyesal

Discussion in 'Ruang Curhat' started by bluetears, 12 October 2020.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. bluetears

    bluetears New Member

    Udah lama aku ga lihat forum ini dan baru teringat pernah curhat di sini , sekarang skenario terburuk benar terjadi . Nyesal sekali rasanya .
    Awal taun 2019 aku nikah dan keluar kerja karena mertuaku ga suka aku kerja di tempat orang tionghoa . Keluargaku ngatain aku bodo karena keluar kerja padahal di sana karirku baik dan aku diperhatikan sekali sama bosku , tapi demi cinta aku korbanin semua . Aku ikut suami tinggal di kota kelahirannya dan karna udah setengah taun belum ada anak , aku cari kerja lagi . Tapi perlakuan yang kutrima sangat beda sekali , jadi aku keluar lagi . Lalu aku dimasukan kerja oleh suami ke tempat dia kerja , tapi lagi-lagi aku diperlakukan seperti pembantu padahal aku sarjana . Ilmuku sama sekali gak dilirik .
    Bencana covid lalu datang dan perusahaan koleps , gajiku gak dibayar , cma karyawan laki yang dibayar . Kami berdua nganggur sejak Juni dan uang tabungan akhirnya abis . Tapi bukannya ngertiin , mertuaku terus-terusan minta uang ke aku . Bukannya pelit tapi aku dan suami sekarang nganggur , tapi dia terus merongrong , setiap hari minta 50-100rb . Waktu aku minta pengertian malah dimarahi dan akhirnya suami aku pulang ke rumah ibunya , ninggalin aku yang gak tau harus gmn . Buat nutup biaya sehari-hari dan bayar kontrakan aku jualan nasi ayam kukus , aku pasang status di WA buat promosi dan mantan temen sekerjaku waktu kerja di tempat orang tionghoa itu lihat . Kita ngobrol dan katanya perusahaan mantan bosku juga kena dampak tapi masih bertahan , mantan bosku punya ide buat usaha sampingan yaitu jual beli hasil bumi , untungnya bagi rata seluruh karyawan . Itu sebabnya karyawan2nya ga ada yg kena phk , gaji ga dipotong . Aku nyesel kenapa dulu aku keluar . Aku ingin ngechat mantan bosku tapi nggak enak , tapi aku juga udah bingung harus gimana . Udah hampir sebulan lebih suami ga pulang , uang di tangan cuma tinggal dua puluh ribu .
    Sungguhan , nyesel ...ya Allah tolong aku
     
  2. Ryella

    Ryella New Member

    ya Allah ikut sedih:((( aku masih mahasiswa jujur gatau harus bilang apa tapi aku bantu doa ya mbaaa semoga bisa dimudahkan urusannya dan dilancarkan rezekinya aamiin :(((
     
  3. Wulandary

    Wulandary Active Member

    Itu sejak suami mbak pulang ke rumah mertua, mertua masih aktif mintain uang ga ke mbak?
     
  4. bluetears

    bluetears New Member

    Iy mksi yah aku ngerti jaman lagi susah tapi aku butuh banget suport mental
     
  5. bluetears

    bluetears New Member

    Nggak minta sih , aku dicuekin dan suami juga ga kasi resiko lagi mba . Kalah buat makan aku dapat dikit-dikit dari jualan , tapi kontrakan udah abis dan yang punya rumah udah ngeluh karena dia juga butuh uang . Aku udah wa ke suami kalau dia ga mau pulang lagi aku mau pulang ke rumah ibuku aja karena udah ga sanggup bayar kontrakan , tapi sampai sekarang masih nggak dipeduliin chat aku , padahal dia baca . Sungguh rasanya sakit , di saat sulit malah ditinggal sama yang aku percayai dan sayangi :emoji_disappointed_relieved:
     
  6. ramdhan_ramzie

    ramdhan_ramzie Active Member

    semoga cepet disadarkan deh suami mba, biar jadi pemimpin keluarga yang bisa mengayomi disaat sulit juga
     
  7. malware_404

    malware_404 Active Member

    bs jd suami mu pengin cerai
     
  8. Wulandary

    Wulandary Active Member

    Hmmpp aneh juga ya keputusan suami mbak. Apa sebelum dia balik ke rumah ortunya sempet tuh sebenernya ngajakin mbak untuk tinggal bareng dlu aja sama ortunya soalnya kan lg pada nganggur dan emang takut ga bisa kebayar kontrakannya.

    Yaa emang sih adakalanya ga nyaman banget tinggal bareng mertua apalagi klo mertuanya "sesuatu" banget. Tapi kondisinya emang lg sulit banget ya, bayar kontrakan susah, yg berpenghasilan cuma mbak dari hasil jualan aja, itu pun buat makan.

    Coba ajak suaminya ngobrol langsung mbak, baiknya gimana, maunya dia tuh gimana? Klo ga ada keputusan dari pihak suami yowes mungkin balik dlu ke rumah ibu mbak jalan yang terbaik. Walaupun itu pun berat buat dijalani, wong baiknya kan klo suami istri itu tinggal bersama.
     
  9. amypow

    amypow New Member

    Hey mbak, aku paham saat ini masa yg sulit buat kamu kalau aku mau bilang tetap semangat udah terlalu basi, aku cuman bisa kirim doa buat mbak semoga semuanya cepat berlalu dan mbak diberikan jalan terbaik dari Allah amiiinn
     
  10. Gwlinda

    Gwlinda Member

    Rasis=orang jahat

    Ngapain masih berhubungan sm org jahat? (mau teman,tetangga,atau pacar)
     
  11. herfan

    herfan New Member

    Betul, ngapain sih urusan sama macam gini? Udah bukan jamannya,udh ga valid ngejudge orang dari ras
     
    Gwlinda likes this.
  12. bluetears

    bluetears New Member

    Hai teman , udah setaun nih akhirnya aku balik lagi ke forum ini , semoga kalian sehat-sehat aja ya . Aku mau update tentang kondisiku sekarang karena dalam setaun ini hidupku jungkir balik terus tapi alhamdullilah sampai skrg aku masih dikasih kekuatan buat bangkit .

    Jadi akhir Oktober taun lalu itu akhirnya aku kembali ke rumah orangtua hanya dengan bawa pakaian dan handphone aja karena udah ga sanggup bayar kontrakan , sementara suami masih di rumah mertua dan masih ga bales wa ataupun jawab telepon . Aku ninggalin pesan kalo di kontrakan masih ada TV , kulkas , dan PS punya dia , kalo ga diambil mungkin bakal dijual sama yang punya rumah . Sisa perhiasan udh aku jual untuk bayar tunggakan ngontrak dan utang rokok dia ke warung sebelah . Tapi suami ga jawab apa-apa dan aku juga udah cape dibegitukan , jadi aku balik ke kota asal .

    Aku juga akhirnya memberanikan diri buat datangi mantan bosku dan minta kerja lagi . Sekedar info dulu , kan itu perusahaan keluarga , jd bosnya ada 4 yaitu bos laki ( bapak ) , istrinya ( ibu ) , anak lakinya ( koko ) , dan anak perempuannya ( nci ) . Aku diterima kerja lagi dan posisiku kembali jadi sekretaris si nci . Bulan desember pas aku menemani dia bayar bpjs di atm , aku pingsan . Aku dibawa ke rs dan ternyata aku hamil , dari usg diperkiraan kehamilanku udah masuk minggu ke 10 . Aku sama sekali ga tau kalo aku hamil karena dari dulu aku gak teratur datang bulannya . Sebenarnya aku nggak masalah tetap kerja tapi perjalanan pulang ke rumahku itu menanjak dan aku gampang pingsan kalo kecapean. Setelah didiskusikan , akhirnya aku disuruh si nci buat menginap di rumah dia , jd pulang pergi kantor bareng dia naik mobil . Si nci ini hidup sendiri karena anak dan suaminya di luar kota .

    Aku udah bilang ke suami kalo aku hamil , tapi tetap ga ada balasan . Sakit hati rasanya padahal dulu suami yg paling ingin punya anak . Si nci sewot kalo liat aku nangis , dia terus bilang kalo perempuan harus tegar dan mandiri , apalagi kalo suami ga bisa diandalkan . Selama 4 bulan aku hidup sama si nci , hidup aku cukup enak , aku makan sehat tiap hari , diajak ke dokter tiap bulan buat check up , aku kerja juga jadi semangat , bahkan bisa bantu si nci jualan di shopee . Tapi tiap shalat aku rindu suamiku , aku selalu berdoa semoga Allah mengembalikan suamiku padaku dan dia ingat lagi akan kewajibannya atasku . Doaku akhirnya terjawab saat akhirnya suamiku tiba-tiba datang menjemputku , waktu itu kehamilanku udah 8 bulan . Aku langsung memaafkan suamiku dan aku pun pamit sama si nci karena suamiku ingin mengajakku pulang . Aku tau si nci kurang suka dengan keputusanku tapi bagaimanapun aku ingin anakku lahir dengan ayahnya di sampingnya .

    Aku melahirkan akhir bulan mei , anakku laki , menurutku sih ganteng dan kulitnya juga putih . Aku bangga sekali padanya . Kupikir mulai saat itu aku akan menjalankan hidup yang tenang sebagai ibu . Tapi mertuaku lagi-lagi menggunjingkan aku . Saat aku lagi tidur siang , anakku diasuhnya , aku terbangun dan aku dengar dia bicara dengan uwak suamiku , katanya anakku kayak cina dan dia sangsi apakah anakku benar cucunya atau hasil hubungan gelapku dengan mantan bosku . Aku seperti kesambar gledek . Ya Allah tega sekali aku dituduh begitu , aku tahu batasan , meskipun aku akrab dengan mantan bosku tapi aku tidak pernah melakukan hal-hal yang hina seperti itu!!! Mertuaku bilang selama di bandung aku tinggal sama bosku , pasti ada apa-apa...... astagfirullah , aku tinggal sama si nci , bukan si koko . Aku rahasiakan hal itu dari suamiku apalagi mertuaku juga bersikap biasa aja di hadapan aku dan suamiku . Tapi gosip-gosip itu akhirnya sampai ke tetangga dan aku kaget sekali ketika anak tetangga yang hyperaktif tiba-tiba meneriaki aku l*nte cina . Di situ aku nggak tahan dan akhirnya aku mengadu pada suamiku . Tapi hal yang kutakutkan terjadi , suamiku malah membela orangtuanya . Sejak awal dia nggak 100% percaya bahwa anakku adalah anak kandungnya . Aku putus asa , di situ aku serumah dgn suami tapi dia seperti ada di dimensi lain , jauh banget , dia nyuekin aku . Aku pernah kepikir buat bunuh diri daripada difitnah sekeji itu tapi aku nggak mau anakku sendirian , karena aku yakin yang paling menyayangi dia adalah aku . Aku bertahan dengan pemikiran saat anakku dewasa akan kubuktikan dengan apapun kalau dia adalah anak dari suamiku , apakah tes dna atau apalah aku nggak ngerti , tapi aku pasti akan buktikan itu .

    Bulan juli setelah ppkm diberlakukan dan suamiku lagi-lagi kena PHK , di situ dia hanya mengandalkan uang dariku . Ingat soal shopee si nci ? Waktu aku pamit , dia kasikan akun itu padaku dan dia bilang aku boleh ambil barang darinya , jd aku cukup jualan dan dia yg kirim barangnya . Shopee itu masih berjalan sampai skrg dan hasilnya lumayan , aku juga bisa kerjakan sambil ngasuh anak . Suatu kali suamiku minta uang dalam jumlah besar , katanya ada keperluan mendesak . Aku bilang tunggu sampai uang dari shopee cair , dan dia agak sewot . Aku perhatikan dia sering cek hp yang kupakai buat shopee , seperti tak sabaran . Aku nggak ngerti dia butuh uang buat apa , soalnya dia ga ada bisnis apa-apa . Pertanyaanku terjawab saat dia diare , dia biasanya bawa hp kemanapun , tapi kali itu ditinggal di ranjang dalam keadaan unlock karena buru-buru ke toilet . Di wa banyak misscall dr seorang perempuan yang bernama Fani , dan si Fani ini yang minta uang ke suamiku bahkan ngancam akan membeberkan "rahasia" ke mertuaku dan aku kalau tidak diberi uangnya . Aku memberanikan diri buat bertanya pada suami tentang Fani . Dia mengelak , jawabannya berubah-ubah , tapi seudah bbrp hari akhirnya dia jujur kalau selama setahun setengah dia ada hubungan gelap dengan perempuan itu . Dulu mereka mantan teman kerja dan pernah menggelapkan uang toko tempat mereka kerja juga . Suamiku berdalih ditipu si Fani ini , tapi aku tahu kalau itu hanya alasan aja . Akhirnya kubilang kalau aku mau bercerai saja , dgn alasan aku dituduh ini-itu sementara kenyataannya suamikulah yang berselingkuh . Suamiku ga mau tapi aku udah capek dengan masalah keluarga , aku merasa mereka terlalu toxic bagiku .

    Bulan ini aku sudah pindah rumah dan aku juga udah mengajukan gugatan cerai . Aku tau ke depannya gak akan mudah buat membesarkan anakku dengan status single parent tapi aku cuma bisa melangkah maju . Betul apa kata si nci , perempuan harus mandiri dan tegar , aku harus kuat demi anakku , demi masa depanku sendiri , dan demi orangtuaku yang selalu mengharapkan kebahagiaanku . Doakan aku ya kawan , aku nggak mau lagi dijajah oleh rasa cintaku sama laki-laki yang tidak menghargaiku .
     
  13. KodokTerbang

    KodokTerbang Active Member

    sabar sistaa... kamu sudah benar. jauh-jauh lah dari orang toxic dan tidak tau terima kasih.
    kedepannya mungkin mereka bakal minta baikan, jangan percaya. ada udang dibalik batu.

    prosesnya berat, tp hasilnya pasti manis
    kedepannya kalo sudah siap, carilah pasangan dan mertua yg mau dan bisa menghargaimu

    semangat sis!
     
  14. ramdhan_ramzie

    ramdhan_ramzie Active Member

    Semoga engkau disabarkan teh, dan semoga suamimu diberikan petunjuk. Aamiin
     

Share This Page