masalah lalu dan masa kini yang terus memghantuiku

Discussion in 'Ruang Curhat' started by Hestie, 27 September 2017.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. Hestie

    Hestie Active Member

    gw mau cerita
    gw cwek umur 25th, udh berkeluarga dan punya 1 anak yg unyu². gw bahagia bgt sama keluarga kecil gw.
    suami jg punya pola asuh anak yg menurut gw benar & bagus (sesuai dg ajaran agama yg kami anut)

    Tapi..... yg namanya hidup ga kaia paha'a CherryB*lle.
    gitu juga dg jalan hidup aku.
    -+ 5 bulan sebelum aku nikah papa ku meninggal & setelah beliau meninggal kisah kehancuran keluarga ku pun dimulai.

    Nenek ku (mama'nya papa) selama ini tinggal 1 atap dengan keluarga ku.
    Setelah papa meninggal nenek ke kota T ikut sama paman ku (adik papa) pindah kesana kesini sih kadang ke kota J (dirumah paman yg no 1) kdg ke kota T (paman no 2).
    Aku punya 3 adik (semuanya udh ga sekolah lagi) adik cwek ikut aku (umurnya 1th dibwh aku)
    adik cowok 2 dikampung dikota P.

    Awalnya adik ku kerja di satu toko didaerah K gajinya sudah setara dg karyawan kantor.
    Kemudian setelah papa meninggal adik cowok yg pling kecil (19th) dibawah kerja sama² tapi bikin kasus (ngelem) sering mabok lem. Cuma ga parah, krn dia ckup dekat sama adik cwek ku. (Lebih klop lah mereka berdua, beda kalau dg aku krn aku termsk org yg susah utk kontrol emosi)
    Setelah nikah baru juga 1 hari langsung denger kabar kalau bos pecat adik cwok ku.
    Alhasil aq pun geram (dulu minta adik cwok ku utk kerja sama dia, giliran udah kerja malah dipecat) tetapi akhirnya aku coba utk bisa mengerti.
    Karena aku udah nikah, papa juga udah ga ada dan mama'ku (dia sama sekali ga bisa bimbing kita, maaf aku bukannya ngejelekin mama'ku. Dia wanita yg baik koq, hny saja byk sekali kekurangannya. Pun dari dia nikah dg papa ku sering dikucilkan karena kekurangannya itu. Beliau baik. Hanya saja tak pandai berhitung, tak pandai baca tulis, tak pandai menasehati yg baik dan buruk dan (maaf) kadang ngmg juga suka ga nyambung. Dia engga gila, dia engga cacat. Dia normal hanya itu lah kekurangan dia. Oke skip)

    Akhirnya aku suruh keluar saja dari pekerjaan itu (adik cwek juga keluar) utk adik cewek aq push dia bisnis online + tinggal dirumah ku.
    Jadi aq bantu import brg dari china dan jual lewat online.
    (Memang pendapatan'a ga sebesar dia kerja ditoko bos itu) tapi setidaknya kalau ditelatenin akan bisa naik sedikit demi sedikit, itu lah yg aku beritahu kepada dia.
    Kemudia utk adik cowokku aku & suami mencarikan pekerjaan lain, sudah dapat tapi akhirnya keluar karena bikin kasus (ngelem, dan sering mabok lem) karena aku juga udah ga kuat sama kelakuan dia.
    Akhirnya aku pulangkan ke kampung dikota P (minimal disana dia punya rumah, ya rumah peninggalan papa).

    Tiap minggu aku kirim uang 400rb utk makan mereka kdg 500.
    Aku berharap mereka bisa berubah terutama adik cowk ku yg kecil itu (19th) tetapi ga menunjukkan perubahan. Awalnya aku kira udah benar ngasih uang makan ke mereka tiap minggu. Tapi nyatanya engga sama sekali.
    Yg umur 21th malah makin jadi, malas²an ga mau kerja, tiap hari bangun siang² tidur malam² main games. Kerjanya pacaran, main game begitu trs.
    Yg umur 19th semakin jadi ngelem'a sampai mencuri tanaman sayur tetangga, mencuri tabung gas tetangga akhirnya dia masuk penjara karena ketangkap basah mencuri tabung gas.

    Dan permasalahannya, mama dan adik cwek ikut saya.
    Tetapi paman saya yg 2 itu bersikeras suruh adik cewek pulang ke kota P utk bawa mama, nenek dan adil cowok (2 org) tinggal 1 atap. Suruh adik cewek didik dan bimbing adik² cowok ku.
    Bukan hanya 1 x tetapi sudah lebih dari 5x.
    Yg kalau dipikir² maksud dari masukan mereka adalah ingin lepas dari tanggung jawab memelihara nenek ku (mama kandung mereka).
    Masing² dari pihak istri mereka juga sangat tidak suka dg hadirnya nenekku dikehidupan mereka.
    Aku kalau ketemu nenek sering ku beritahu utk tidak ikut campur urusan keluarga mereka.
    Cukup diam saja, mereka sudah menjadi orangtua yang tau bagaimana caranya mendidik anak.
    Tetapi krn kebiasaan dari dulu, nenek memang sedikit banyak suka mencampuri urusan rumah tangga anaknya. (Dulu terjadi dikeluarga'ku).
    Sekarang nenek sudah semakin lemah dan pikun sekali. Makin dongkol lah hati mereka.

    Semasa papa hidup nenek sudah sgt byk membantu kebutuhan keluarga kami (belanja setiap hari : sayur, daging, beras dll) nenek dpt kiriman dr 3 anak perempuannya maka'nya bisa sedikit banyak membantu keluarga kami.
    Dan diam² ternyata menimbulkan kecemburuan dari sudara papa yang lain sehingga dr kecil kami juga sudah sering dibully/dikatai oleh sepupu².
    Tidak terkecuali juga dg pamanku yg no 2, dia juga sering menjelek²kan papa ku dulu agar kami tidak kirimkan uang kpd papa.

    Permasalahannya adalah
    1. Aku sangat merasa hutang budi dg nenek, dihari tua harusnya nenek menikmati hidup. Tetapi stlh meninggal'nya papa akhirnya ia harus tinggal bersama anak laki²nya yg sepertinya sgt² keberatan. Kalau saja aku punya rumah yg kamarnya bisa lebih pasti akan aku tampung, kalau saja aku tidak ngontrak, kalau saja aku mama ku bisa diandalkan T.T

    2. Aku menyimpan kepahitan dengan mama'ku, sejak kecil dia selalu menyiksa aku, aku merasa dia sangat jahat sekali, tak pernah mengizinkan aku utk makan siang, tidur siang, bahkan bermain dg temab sebayaku berbeda sekali dg adik cewekku yang dia sgt sayang sekali. Mama pernah membanting ku dari atas ke tanah berlumpur didekat dapur. Kotor sekali lumpur itu dan ada beling atau pisau yg jatuh kesitu. Pernah juga aku melihat dg mata kepalaku mama menyeret adik cowok ku kemudian kaki'a dijinjing keatas dan kepala'a dibawah dan diayunkan turun naik. Sangat² menyedihkan T.T
    Pernah juga mama membuang buku² pelajaranku ke tanah, dan mengejar aku sampai aku masuk ke hutan krn takut dipukul. (mama selalu menendang, menginjak, meninju dan membanting benda tajam maupun tumpul kepadaku bila ia marah)
    Kadang aku pikir soal kepahitan itu terasa sgt amat sakit dan air mata selalu menetes (seperti skrg ini).
    Sekarang papa udah ga ada, mama pun memang dari dulu sama sekali ga dianggap sama keluarga papa, apalagi dg kepergian papa.
    Jadi setelah menikah saya boyong mama (dengan kepahitan yang masih smpi detik ini)
    Sulit memang utk sy maafkan beliau, karena memang sgt sakit sekali kenangan² itu. Utk dilupakan tidak mungkin, karena sudah tertanam jelas dikenangan. Aku sampai menangis ingin keluar dari akar pahit ini. Tetapi tidak mudah.
    Ditambah dengan keadaan mama yg apa² ga bisa dan ga tau.
    (Diajakin curhat juga ga mudeng, ga bisa ngasih solusi juga, kita ngmg A dia juga A kita ngmg B dia juga B betul² ga bisa diandalkan T.T maaf aku kasar tetapi inilah yg aku rasakan)
    Permasalahan keluargaku sangat banyak, aku sampai pusing mau cari solusi dimana dan sama siapa.

    Bagaimana sikap hati dan pikiranku utk menghadapi 2 situasi tsb?

    Terimakasih sebelum & sesudahnya.
     
  2. Talita

    Talita Well-Known Member

    Kalau saranku,mending kamu sama yang adik cewekmu dulu.kan kasihan,kalau adikmu k kampung,malah dia jd gak bs fokus kerja karna urus ini itu belum lg d push adikmu yg pemalas.
    Mending sm km dulu,kerja dll.nanti nenekmu kan sudah tua,mending nenenkmu d taruh d panti jompo suruh keluarga yg lain membantu jg.bisa km juga sekaki kali datangi mereka d kampung.kalau misalkan keluarga gak setuju nenek d taruh d panti jompo.
    Push jg adikmu yg pemalas it untuk kerja.
     
  3. Hestie

    Hestie Active Member

    kalau adat istiadat kami bawa orgtua ke panti jompo itu amat sangat buruk image'nya, dan lagi paman kaia'a juga ga mau bawa nenek ke panti jompo krn ;
    1. Bakal di pandang buruk sama saudara yg lain dan org sekitar
    2. Nenek juga pasti akan lebih sedih lagi kalau dibawa ke panti jompo

    Iya utk adik cwek juga aku mikirnya mending dia ikut aku aja dlu, soalnya kalau tinggal dikampung dan ngurusin mereka org masa depan dia gimana?
    toh suami aq juga ga keberatan mereka tinggal disini (1 atap dg kami) karena memang mama dan adik cwek cukup baik selama tinggal dirumah dan suka bantu jaga anak ku juga.
    Btw thx bgt ya sis @Talita
     

Share This Page