klo katanya bahkan wedana gerindra itu orang memang ky gtu dia sendiri senggaknya gtu ngambil uang sebanyak2nya bedanya akuntan sm arsitek tp pinginnya ngambil uang caranya yg kita g suka buat kedulu2annya kita bosan jelasinnya
caranya, seperti yg sm sekali kuhafal mereka g mestinya seperti gtu : bagian kerja buat barang -> mereka lebihkan barang minta semua tinggikan barang tp nantinya kesempatan lainnya buat bagian uang siapa pegang uang akan dengan kesempatan rendahkan barang
barangmu mungkin bukan g baik tp keteraturan barang seperti hafalan/rapalannya mereka yg merah (pdi apa gerindra ) sementara akan dipanggil uang barangmu mesti pada suatu kesempatan dipanggil kecil sewaktu siapa akan dengan uang ... klo ya uang dari barangmu
bosan makanya kuhafal jadinya cerita hobinya bikin selokan lebihnya belum(nggak) kuPanggil yg penuhkan barang selokannya
nah orang itu pada sesuatu kesempatan pinginkan barangku sementara sewaktu itu wedana bedanya sm menpora
jadinya sewaktu aku g sempat dulu aku kan ya sementara dipinginin anak2 lain yg minta/akan menjadi wedana/menpora
malah anak2 g becus dilebih2kan kesempatannya juga misalkan sekiranya : uangku dibolehkan dihidupin anak2 lain disana2nya...
hihihi jaman sekarang kemampuan udah ga gitu penting lagi d negeri ini, yg penting itu 'dekken' jadi harus perkuat link dimana". bukan cuma korupsi aja yg jadi budaya, kolusi dan nepotisme juga udah dimana" wkwk