Restu

Discussion in 'Ruang Curhat' started by Chila, 6 February 2018.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. Chila

    Chila New Member

    Aku seorang cewek usia 24 tahun yang sedang jatuh cinta oleh sorang lelaki yang berusia 33 tahun. mungkin ini hal yang biasah tapi buatku ini pertama kalinya. dari sekian kali aku jatuh cinta hanya lelaki ini yang membuatku benar benar jatuh ke dalam hatinya. aku kagum dan jatuh padanya. sayangnya mungkin dia juga mencintaiku dari segala tingkahnya ya itu mencerminkan ciri ciri seseorang yang mencintaiku juga namun hal yang paling menyakitkan buatku adalah restu keluargaku yang tidak merestuiku hanya karena keyakinan kami berbeda aku muslim dan dia adalah nasrani. aku ndak tau apa yang harus aku lakukan.
     
  2. juzie

    juzie Well-Known Member

    susah jg sist klo mau dipaksakan, karena yg jadi wali nikah cewe itu ayahnya (cewe), kasian kan klo ayahmu nanggung dosa krn nikahin anak perempuannya sama cowo yg beda agama. km ga kasian sama ayahmu menanggung dosa hanya krn keegoisan anaknya yg pengen sama cowo yg entahlah ngejamin buat jagain dan bahagiain km itu bisa atau nggak
     
  3. Volt

    Volt Well-Known Member

    Harus ada yg ngalah kalo memang mau serius... ini pilihan berat...
     
  4. Husain

    Husain Active Member

    Bagi setiap wanita, memang seharusnya menyerahkan urusan jodohnya kepada orang tuanya. Sebab, seorang ayah/kakek lebih lama hidup didunia. Mereka lebih tahu mana yang terbaik untuk putrinya/cucunya dan mereka lebih berpengalaman dalam mengarungi pahit-getirnya kehidupan.

    Berapa banyak wanita yang termakan rayuan gombal laki-laki yang dianggapnya baik dan pada kenyataannya tidak demikian, yang baru ia sesali setelah ia menikah. Meski demikian, melihat terlebih dahulu pada ciri-ciri dan sifat laki-laki yang akan dijodohkan kepadanya itu lebih baik bagi dirinya. Dikhawatirkan timbul lintasan: "Kenapa engkau berubah?" Padahal sebenarnya bukan berubah, melainkan topengnya yang terbuka. Disinilah peran ayah/kakek dan semua pihak yang terlibat dalam proses penilaian sangat diperlukan.

    Apalagi bila anggapan baik itu ia dapat dari proses berpacaran, maka bukan kebaikan yang didapat, melainkan justru sebaliknya, yaitu sial akibat dosa berpacaran tersebut. Wal'iyyadzubillah.

    Oleh karena itu evaluasilah, pikir masak-masak. Salah pilih lelaki seiman lebih baik dari menggadaikan iman demi seorang lelaki. Janganlah mati-matian mengejar apa yang telah dijamin (jodoh, maut & rezeki), tetapi berusahalah mendapat apa yang tidak dijamin (akhirat). Semoga sukses.
     

Share This Page