Saya dan pasangan saya sudah berpacaran sejak tahun 2009. Dan Alhamdulillah sudah merencanakan pernikahan yang insya Allah akan dilaksanakan Januari 2019 mendatang. Banyak hal yang sudah kami lalui. Selingkuh dan menyelingkuhi juga pernah kami alami. Awal berpacaran saya tidak tahu kalau dia sudah punya pacar lain. Kepergok lah sama saya. Akhirnya putus,namun beberapa minggu kemudian kami balikan lagi. Dan. . . Setelah 1 tahun pacaran. Ada cowok nembak saya,saya terima lah si dia ini (mungkin karna efek jenuh). 2 minggu kemudian ketahuan sama cowok saya. Ya saya lebih milih cowok saya yg pertama. Meskipun saya tetap memilih cowok saya, ternyata dia masih menaruh dendam. Akhirnya dia mulai main main sama cewek lain. And of course ketahuan sama saya. Dan waktu itu cowok ku tingkahnya asshole tingkat dewa (atau mungkin aku-nya yang bodoh sekali) dia lebih milih si cewek itu. Dan dengan bodohnya aku masih nempel sama cowok aku. Maksa-maksa cowokku nyuruh mutusin tu cewek sampai aku pukul2 ku cakar2 dia. Aku dulu punya kebiasaan nampar tangan cowok aku kalo lagi marah (of course skrg gak kayak gitu lagi). Bisa ketebak dong ya dia mutusin tu cewek dan lanjut sama aku. (aku tau kalian pasti mikir kok aku kayak murah banget jadi cewek. But well,maybe im a foolish) Waktu jaman kuliah kami beda universitas. Dia punya mata mata di univ aku. Yang kerjanya laporin hal2 hoax ke cowok ak. Dan songognya, dia lebih percaya sama mata2 dia daripada menanyakan yang sebenarnya ke aku. Akhirnya kami jadi sering cekcok. Dan puncaknya dia mukul aku. Namparnya dipundak sama paha aku sampai biru lebam berhari2. aku ngelawan dong. Akhirnya kayak gulat gitu. Tampar2an jambak2an. Tp sumpah sakit banget (jangan ditiru gaes,gak baik). Dan itu terakhir kalinya kami berantem main fisik, itu sekitar tahun 2012an. Nah, akhir2 ini kami sering cekcok lagi karena hal sepele. Kalau lagi cekcok dia suka mengungkit2 kejadian dulu. Kesalahan2 aku yang dulu. Sama suka nuduh2 juga. Kalau berantem itu dikit2 dia bilang putus. Dan beberapa bulan ini kalau berantem dia pasti ngomong kalau mau mukul aku. Tapi cuma ngomongnya doang sih, dia gak beneran mukul. Tapi tetap aja aku jadi trauma ( karna aku juga punya ayah tiri yang suka mukul mama aku kalau marah, dan itu bikin aku trauma pakai banget. Tapi Alhamdulillah semakin tua mereka, udah gak pernah kejadian kayak begitu lagi). Dia sering bilang udah lelah pacaran sama aku . Berapa kali dia bilang mau mutusin aku. Akhirnya baikan lagi. Tapi dibalik semua yang pahit2 tersebut masih banyak hal2 baik diantara kami yang tidak bisa disebutkan karena saking banyaknya. Jadi pertanyaannya : 1. Apakah hubungan kami ini hubungan tidak sehat? 2. Apakah kekerasan fisik itu bisa terulang? ( alhamdulillah terakhir pernah dipukul udah 5 tahun yang lalu) 3. baikkah apabila kami tetap mempertahankan hubungan kami? 4. menurut anda, kami bertahan selama ini karena memang saling membutuhkan satu sama lain atau karena sudah malas mencari pasangan baru ( sebenarnya mungkin ini yang saya rasakan,tapi saya ragu) saya bertanya karena tidak bisa membedakan antara butuh karena mencintai atau butuh karena malas mencari pasangan baru. 5. saat ini kami sedang cekcok lagi. Dan seperti biasa, dia bilang di lelah dan ingin putus. Saya sebenarnya sudah lelah juga. Tapi sepertinya saya masih tidak bisa melepaskan dia. Menurut kalian saya harus mempertahankan atau tidak? Dan saya sudah lelah memikirkannya maka dari itu saya masuk ke forum ini. Mohon bantuannya gaes