Assalamualaikum teman-teman. Saya ingin meluapkan isi hati saya mengenai pemikiran yang bertolakbelakang antara saya dengan keluarga saya. Saya berfikir setiap pemikiran saya hampir semuanya berbeda dengan keluarga saya, entah orangtua saya ataupun saudara saya. Keluarga saya sangat sulit mempercayai saya dan mendengarkan apa yang saya inginkan. Tujuan kita sama, namun jalan menuju tujuan tersebut yang berbeda. Pemikiran saya kita rela berkorban demi sesuatu yang sangat-sangat lebih baik dibandingkan sekarang bahkan berkali-kali lipat dibandingkan sekarang. Jika pemikiran keluarga saya, mengorbankan sedikit agar tidak rugi, namun keadaan akan tetap dalam jangka waktu yang lama. Saya ingin orangtua saya seperti orangtua teman-teman yang rela berkorban demi kebahagiaan seorang anak. Saya berfikir orang tua saya mampu akan hal yang saya inginkan, namun entah apa yang membuat orangtua saya tidak mau banyak berkorban demi kebahagiaan sang anak. Saya adalah anak kedua. Sebenarnya orangtua saya mengumpulkan harta untuk siapa dan untuk apa? (bukan untuk dirinya sendiri). Saya masih bingun akan hal itu, bagaimana jika saya tidak ada? Untuk apa semua harta yang telah mereka kumpulkan? Apa untuk kebahagiaannya sendiri? Apa hanya ingin dipandang sebagai orang yang mampu, bukan dipandang sebagai keluarga yang harmoni?. Sebenarnya cuhatan saya berisi curhatan yang tersirat. Bagaimana saya harus menghadapi pemikiran yang berbeda tersebut? Semoga kalian mengerti apa yang saya inginkan. Terimakasih
hmmm gini mas hilmi gw juga anak tunggal dr ortu gw tp mungkin perbedannya adalah apa yg gw mau mereka slalu memberikannya mungkin ortu lo punya rencana lain untk lo mas jgn berburuk sangka dulu postive thinking... ada sebuah ungkapan begini harta ayah itu harta istri juga anak tp harta anak belum tentu harta org tua mereka mungkin juga memikirkan hidup mereka kelak dimasa senja nantinya kita sebagai anak seharusnya jgn berburuk sangka dulu sama ortu krn gw yakin ortu itu slalu baik sama anaknya beda hal dgn anak blm tentu baik sama org tua keep your mind be a positive
Terimakasih mas Alakai, memang benar seperti itu. Kita tidak tau apa yang terjadi dimasa depan. Apakah kita memperhatikan orangtua kita atau tidak. Orangtua saya memberi pilihan kepada saya. Kalau saya mau ya silahkan, kalau tidak ya silahkan. Saya berfikir orangtua saya akan membuat saya akan menyesal kelak. Karena orangtua saya suka memaksa dan paksaan tersebut sangat berbeda dengan keinginan saya. Tapi saya mengerti maksud anda dengan kalimat tersebut. Saya akan berusaha meyakinkan kepada orangtua saya bahwa yang saya inginkan itu baik sehingga orangtua saya percaya akan dijalaninya apa yang saya inginkan. Sekali lagi terimakasih Mas Alakai atas partisipasinya