Berbagi kisah hidup..

Discussion in 'Ruang Curhat' started by Ponco, 29 August 2017.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. Ponco

    Ponco Member

    Usia saya sudah menginjak 26thn..
    Banyak hal yg sudah saya lalui di usia saat ini..
    Sampai saat ini saya tidak mengerti arti dari jati diri..
    Apa sesungguhnya jati diri itu..
    Saat ini saya telah banyak mengalami kegagalan dalam bekerja ,usaha dan perjalanan cinta..
    Dan sampai sekarang saya masih menyendiri dan takut untuk memulai segala sesuatu..
    Hanya ketakutan dan ke khawatiran yg ada di diri ini..
    Hanya bisa merenung dan meratapi kejadian yg sudah2..
    Apakah dunia sekejam yg saya rasakan..
    Sudah saya coba untuk mengakhiri khidupan ini..
    Tetapi tuhan masih sayang dengan saya...
    Hanya menunggu menunggu dan menunggu apa yg saya tidak mengerti..
     
    rikisibarani likes this.
  2. hahachi

    hahachi Active Member

    saya juga merasakan hal yang sama, saya juga pernah menghentikan kehidupan saya, dan hanya menunggu sesuatu yang tidak pernah saya ketahui sama halnya yang terjadi denganmu saatmu saat ini. saya pun pernah merasakan dan mengira kalau dunia sangat kejam, begitu banyak penghianat dan penghianatan dalam segala hal, baik usaha, kerja, cinta, bahkan seakan tak ada daratan yang bebas dari kutukan yang menghinakan itu, dan itu saya juga merasakan.

    tapi ternyata saya yang salah, saya menyangka bahwa kehidupan harus baik semua, harus mulia semua, padahal tidak. dunia ya ada baik ada buruk, ada mulia ada hina. dan pada akhirnya kondisi seperti apapun ya harus kita lalui, ya kalau saya sudah terlanjur bissmillah, maka penderitaan penghianatan apapun yang akan terjadi nanti tetap akan saya terima, tetap akan saya jalani. saya berpuasa atas kehendak saya, saya puasakan keinginan saya, yang terpenting bagi saya saat ini tetap menjalani hidup, dan berbuat baik dengan sesiapapun, tidak menyakiti sesiapapun, tidak merendahkan martabat orang lain, tidak mencuri, dan tetap harus bekerja semampu kita, tidak dengan keharusan pencaian, yang terpenting kamu bahagia menjalaninya, :D . pokonya hidup saya tetap berjalan.

    dan yang pasti meratap sebenarnya yang jadi pemicu ya karena kita masih memuja-muja keinginan tanpa melihat dan mempertimbangkan posisi diri kita sendiri dan malah dibanding-bandingkan. "keinginanku gini tapi kenyataan kok gini ya, waahhh" :D

    mbok sudah jangan dibanding-bandingkan kenyataan hidupmu dengan keinginanmu... kenyataan untuk dijalani, ya pokok jalani saja yang ada, usahakan saja kehidupanmu berjalan, soal keinginan ada baiknya dikubur dalam-dalam jika kenyataan tidak mendukung untuk adanya keinginan itu.

    ndak usah takut gagal selagi kamu tetap jadi orang baik-baik... soal perjalanan cintamu tak perlu kawatir, pokok usahakan saja kamu hidupmu tetap berjalan. dan yakin saja urusan cintamu sudah ada yang atur, karena itu wilayah ketidak tahuan kita. setiap orang diperjalankan Tuhan dengan jalannya masing-masing, tidak semua orang harus menempuh jalan yang sama...

    memang saat ini sedang berlang skala prioritas nilai yang terbalik, segala sesuatu dinilai dari pencaiaan dunia terlebih dahulu, berbeda dengan jaman dulu, kalau dulu diprioritaskan manusianya baik dulu, baru pintar, pintarpun untuk baik, baru kuat/kuasa, itupun juga untuk menjadi baik, baru kaya itupun juga untuk dukungan agar menjadi baik.

    tapi saat ini terbalik, orang memprioritaskan untuk kaya, menjadi baik alim sholehpun untuk kaya, pintar untuk kaya, kuat/kuasa untuk kaya...

    manusia telah melupakan keseimbangan kehidupan bahwa kaya tidak bisa dijadikan skala prioritas kehidupan manusia, karena bagaimanapun juga kehidupan dunia akan selalu berpasang-pasangan ada kaya tentu wajib ada miskin. dan itu tidak bisa ditawar. :D sedangkan segala macam bentuk informasi ataupun pendidikan saat ini manusia menempuh ketidak seimbangan, karena manusia memilih jalan untuk kesejahteaan terlebih dahulu, yang berhilir kepada harta benada, manusia berlom-lomba untuk jadi kaya. jadi wajar saja jika segala sesuatu selalu kacau. peradaban saat ini kemiskinan hanya dijadikan alat pelengkap oleh mereka yang berkuasa tanpa benar-benar ditempat kepada nilai kebaikan/memuliakan manusia.

    selain itu skala prioritas yang terbalik seperti ini yang sebenarnya sangat cepat sekali menjalar meracuni manusia, bahkan sampai tingkat ia tidak tau bahwa itu racun,,,,, terutama perempuan, padahal perempuan itu empunya kehidupan, ia menampung kehidupan dengan cinta dan kasih sayangnya. kehidupan akan hancur jika perempuan ingkar terhadap fitrahnya, namun lihatlah yang saat terjadi, :D:D:D kebanyakan mereka hanya tau cinta jika ia dibahagiakan, disenangkan, dipenuhi keinginannya :D. kebanyakan mereka benar-benar menjadi butu soal cinta. :D

    padahal jika seluruh laki-laki didunia ini murtad dan ingkar tapi ada seorang wanita yang benar-benar wanita, maka dunia akan bisa selamat, karena dari rahimnya akan bisa terlahir generasi baru yang berbeda dari sebelumnya.

    tapi jika seorang pria alim dan bahkan dicintai oleh Tuhan, tapi kebanyakan wanita-wanitanya ingkar yang ada dunia dunia dibinasakan. sebagaimana orang-orang terdahulu, hampir semua nabi yang istri-istrnya ingkar dibinasakan kaumnya :D

    dan yang terpeting jalani aja hidupmu seadanya semampu kamu jalani :D:D:D
     
    Niki Dios likes this.
  3. Ponco

    Ponco Member

    Iyah doain ajah :(..
    Berat banget buat lewatinnya..
    Waktu terbuang sia2...
    Makasih banyak nasihatnya...:)
     
  4. suleamanchand

    suleamanchand Active Member

    Saya juga pernah mengalami hal yang sama,, hanya saja aku tak pernah berfikiran untuk mengakhiri hidup.
    gagal dalam usaha, dalam cinta, dan dimana saya merasa di titik 0. Rasa kekhawatiran, ketakutanku terus menghampiri.

    Satu yang ku yakini, " setelah kesulitan pasti ada kemudahan."
     
    Ponco and Leen like this.
  5. Leen

    Leen Active Member

    Umur saya udah 32, tapi sampai sekarang pun kadang2 saya masih bertanya2 hidup ini tujuannya apa... untuk misi apa sebenarnya saya hidup dan mengalami semua yg saya alami... dan hidup ini mmg melelahkan, kejam, tdk adil... kamu berbuat baik pun dimanfaatkan dan dipolitasi...

    Ya kita mmg cm bisa menunggu dengan mata iman... percaya dan bersabar... sambil terus menabur kebaikan... Jangan lupa mendekatkan diri sama Tuhan spy kita tidak terlalu terpuruk.
     
    suleamanchand and Ponco like this.
  6. rikisibarani

    rikisibarani Well-Known Member

    Ternyata saya ngga sendiri
     
  7. Ponco

    Ponco Member

    Iyahh mbaaa...
    Jalanin ajah sekarang mah....
    Ikhlasin ajah apa yg udah terjadi....
     
  8. rikisibarani

    rikisibarani Well-Known Member

    Saya mau memulai jalani hidup sesuai dengan cita" saya yg sesungguhnya, tapi utk memulainy pun itu mustahil..
     
  9. Ponco

    Ponco Member

    Sma dengan saya sekarang mbaaa....
    Terasa hambar yah semuanyaa...
    Hehehe...
    Jalanin ajah hidup kita...
    Kuat kuat kuat...
    Semangaaat semaangaaattt....
     
  10. rikisibarani

    rikisibarani Well-Known Member

    Salut sama sist/bro @Ponco :)
    Yang tetap kuat, tetap semangat.. Padahal saya tau betul rasanya menjalani kisah hidup yg terasa kosong, hambar :(
     
  11. Ponco

    Ponco Member

    Saya cwo...
    Sebenernya sie buat semangatin anda..
    Diri saya ajah belum bisa semangatin diri...
    Intinya JALANIN ajaahhh...
     
  12. rikisibarani

    rikisibarani Well-Known Member

    Yups
     
  13. kuro

    kuro Active Member

    saya baru 24 sih, cuma dah cukup banyak yang dilalui, dari keluarga, cinta, kerjaan, semua gak ada yang mulus memang. pernah juga mau mengakhiri hidup cuma mikir lagi kalo gak benar benar berakhir gimana, dan ujung ujung nya malah gak jadi. yap bner banget sih baik nya di jalanin aja soal nya ke depan nya kita gak tau dan bahkan umur kita habis nya di angka berapa juga gak ada yang tahu.
     
  14. crowna

    crowna Active Member

    Aku rasa, kamu g sendirian... jgn ngerasa paling sengsara ah... banyak cara buat bangkit, deketin diri ama Tuhan, belajar hidup, belajar menerima..everyday is learning
     

Share This Page