Cintaku cinta terlarang

Discussion in 'Ruang Curhat' started by triawan77, 23 August 2017.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
?

Apakah tari memang kasihan atau jahatkah dia karena menjebak dan ingin memiliki saya

  1. kasihan ke saya

    0 vote(s)
    0.0%
  2. jahat dan ingin memiliki saya

    100.0%
Multiple votes are allowed.
  1. triawan77

    triawan77 New Member

    Dear ruang curhat
    aku seorang duda cerai mati tanpa anak usia 40 tahun, kini hidupku dilema karena terlibat cinta terlarang dangan mantan istri adik iparku
    flashback beberapa tahun yang lalu
    3 tahun yang lalu aku pindah kejakarta dari daerah karena keinginan kuat istriku yang asli jakarta, 10 tahun kami hidup di daerah namun istriku tidak betah dan ingin pindah kejakarta ke tanah kelahirannya dan bisa dekat dengan orang tua dan keluarganya, akupun menyanggupi keinginan tersebut, aku dan istriku ini sebenarnya pernikahan sepupu, istriku ini anaknya pamanku
    oh ya, adik istriku seorang laki laki 26 tahun namun hidupnya tidak mapan dan mempunyai seorang istri yang cantik dan manis dan masih belum tamat SMA kelas 2, namun karena hamil duluan mereka akhirnya menikah dan sampai saat ini dikaruniai dua orang anak kecil yang manis dan lucu, mereka ini sering saya suport secara materi, baik pada saat menikah, melahirkan, kebutuhan bayi dan beberapa hutang2nya karena saya kasihan hidup mereka serba kekurangan, saya ikhlas, dan dua anaknya itu sering saya asuh berdua istri saat bapak ibunya bekerja, suaminya bekerja serabutan, istrinya kerja sebagai waitress direstoran, oh ya kehidupan suaminya ini memang agak kurang bener, sering judi dan kadang malas bekerja, sering gadaikan barang barang istrinya, berkali kali kami nasihati, namun diulang kembali diulang kembali begitu seterusnya sehingga membuat muak istrinya.
    awal kepindahan saya dijakarta telah matang saya rencanakan, kebetulan mertua ingin naik haji dan akhirnya menjual salah satu rumahnya kesaya, letak rumah itu persis didepan rumah mertua, saya menyanggupinya dengan mengambil kredit bank dan sisanya uang cash, saya mengambil kredit 10 tahun, pertimbangan saya semoga istri bisa bahagia dekat orangtuanya.
    berjalan 3 tahun hidup dijakarta, beberapa waktu yang lalu istriku di vonis sakit parah, dan belum lama ini meninggal dunia meninggalkan saya sendirian dijakarta ini, saya frustasi dibuatnya karena memikirkan bagaimana kelanjutan hidup saya saat ini, disaat yang sama adik ipar saya juga menjalani sidang dan diputuskan cerai oleh pengadilan karena sudah tidak bisa didamaikan lagi, sang istri menuduh suami penjudi, tidak menafkahi anak istri dan sering menggadaikan barang barang istri, sang suami juga menuduh sang istri berselingkuh dan pernah memergoki mereka berselingkuh, Wallauhalam.
    Akhirnya tinggalah saya seorang diri didepan rumah mantan mertua, dan adik ipar perempuan saya hilang entah kemana tanpa mendapatkan hak pengasuhan anak, berbulan-bulan hidup saya sepi namun tetap bekerja seperti biasa, hingga suatu saat media sosial mempertemukan saya dan mantan adik ipar saya sebut saja tari, kami bertegur sapa dan menanyakan khabar masing masing.
    pada suatu hari, tari berkeras ingin ketemu dengan saya karena inget kebaikan kebaikan saya dan almarhumah, bagaimana saya sangat sayang anak anaknya dan sering membantu, katanya dia suka sedih kalo inget kebaikan saya dan almarhumah tanpa sempat membalasnya sedikitpun. akhirnya pertemuan ini saya sanggupi karena ingin juga mengetahui gimana keadaanya, disinilah awal mula bencana itu terjadi, tari saya jemput ke stasiun kereta dan mengajak saya jalan-jalan ke puncak, dipuncak kami tidak menginap namun kami hanya menikmati hawa sejuknya, disinilah tari mulai cerita katanya sedih melihat hidup saya sendirian begini dan tak disangka katanya dia ingin sekali menghibur saya.. mungkin karena saya pria paruh baya yang sangat kesepian dan terus terang tari ini sangat mempesona, tubuhnya masih kencang bak perawan, berkulit putih dan sangat bersih, cantik dan sangat manis, pria mana yang tidak tergoda. namun saya hanya meminta tari untuk mendoakan saja supaya saya bisa mendapatkan jodoh yang baik dan mau mengerti saya.
    Namun tari mendesak saya, sebenarnya jodoh seperti apa yang saya cari, berhubung saya udah agak umur saya bilang ke tari, saya akan cari janda yang sudah mempunyai anak karena saya juga hawatir dengan kondisi saya yang takutnya sudah tidak bisa memberi keturunan lagi, tak disangka mendengar jawaban seperti itu tari malah berbinar-binar matanya, malah menanggapi lain "kalo gitu emang tari ini apa kak, bukan janda tanpa anak" tukasnya "bukan rani kalo kita menjalin hubungan tentunya akan kagok jadinya, ga mungkin, kita kan tadi hanya mau sekedar bertemu dan berbagi khabar saja" jawabku.
    akhirnya percakapan ini kami akhiri, berhubung hari masih siang dan masih banyak waktu akhirnya tari mengajak saya melepas penat bermain-main air ditaman matahari, karena memang tujuannya ingin menghibur saya, terlihat bahagia sekali dia bersama saya, seperti lepas beban hidupnya, bisa tertawa kembali, berkali kali tangan saya di gandeng dan saya berkali-kali hampir dipeluk karena dia terlihat bahagia, namun tetap berusaha saya tepis.
    akhirnya menjelang sore, jalan - jalan kami akhiri dan saya anter dia sampai depan stasiun kereta, sebelum berpisah lagi-lagi tari menggenggam tangan saya dan sepertinya ingin memeluk lagi, pria mana yang tidak tergoda kecantikannya, ya Tuhan, sebagai pria normal dan kesepian ingin rasanya saya tubruk dan memeluknya juga erat, namun saya masih menepisnya karena ini ga mungkin, tari itu mantan adik ipar saya, hubungan ini akan kagok kalo di teruskan.
    akhirnya dua minggu setelah itu, lagi - lagi tari menghubungi saya dan ingin bertemu "kak tari bete nih, ingin jalan-jalan sama kakak lagi, entah kenapa ya kak tari koq suka gelisah akhir-akhir ini keingetan kakak terus, tari sering hawatirin kakak" kata tari "oh ya kak tari ambil cuti nih 3 hari, seminggu lagi, yuk kak kita jalan ke pulau seribu, percaya sama tari ya kak, tari cuma ingin menghibur kakak, nanti kita kamarnya pisah koq, mau ya kak, please" lanjutnya.
    Ya Allah kenapa cobaan ini dateng lagi, tadinya saya sudah mau melupakan saja, namun teringat lagi dengan pesona tari yang sangat luar biasa, pikiran saya jadi berkecamuk dan liar, Ya Tuhan godaan ini terlalu berat untukku, namun entah kenapa akhirnya saya menyanggupinya dengan perasaan yang berkecamuk "baiklah tari, saat cutinya tari, kakak libur dua hari dan 1 hari bolos kerja" jawabku
    seminggu kemudian berangkatlah kami ke pelabuhan muara angke, rupanya semua sudah disiapkan tari, ada pemandu dan katanya penginapan sudah siap, berangkatlah kami ke pulau seribu pagi hari, di kapal tari terlihat bahagia sekali dan selalu ingin menyandarkan kepalanya dibahuku, tapi tetap berusah saya tepis "kak tari agak mabuk laut nih, boleh ga bersandar di bahu kakak" katanya, ya Tuhan semua laki laki pasti cemburu liat tari bersandar di saya.
    akhirnya setelah dua jam perjalanan kami pun tiba dan langsung dipandu menuju penginapan untuk beristirahat sejenak, tapi koq ternyata tari hanya memesan satu kamar, dengan satu tempat tidur "tari mana kamar satunya" tanyaku. "kak maaf, tari berusaha pesen dua kamar, tapi sudah fullbook semua, jangan hawatir kak, nanti tari tidur dibawah pake extrabed" jawabnya, ya Tuhan kuatkan imanku berhadapan dengan wanita secantik ini dan kelihatannya sangat berusaha memikatku, "baiklah" jawabku singkat
    akhirnya kami bermain air seharian di pantai, banana boat, snorkling, menikmati sunset, makan siang dan semua sudah disiapkan tour guide kami, terlihat lagi kebahagiaan tari, tertawa bahagia, lepas, bercanda, siram-siraman air, dan masih tetap berusah merangkul dan ingin memeluk, namun masih saya tepis.
    akhirnya selesailah bermain-main kami hari ini, hari mulai gelap dan tiba saatnya mandi dan makan malam, setelah makan malam dengan alasan kecapekan tari ingin cepat cepat masuk kamar dan beristirahat
    "kak tari ga bisa pake baju lengkap begini kalo harus tidur, harus pake baju tidur, tari salin dulu ya" katanya. keluar dari kamar mandi, ya Allah baju tidur yang dimaksud itu adalah baju yang benar benar transparan dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang sintal dan putih, dengan lekuk dada yang menonjol, ya tuhan saya ini laki - laki kesepian dihadapkan dengan hal seperti ini. entah kenapa katanya tari mengeluh kepalanya sakit dan agak masuk angin, katanya minta kepalanya di pijiti dan punggungnya dibaluri minyak kayu putih
    "kak tolong ya kak, tari masuk angin" katanya, sudahlah saya ga kuat lagi, terjadi terjadilah, akhirnya saya menyanggupinya, dan tari terlihat sangat menikmati pijitan saya yang mijitnya ga bener, gemeteran gini.. akhirnya karena sudah pasrah dan memang tari ini sangat cantik dan mempesona sekali, kami berdua pun melakukan hubungan yang tidak seharusnya, dua malam kami di kepulauan seribu, dan entah kenapa tari ini sepertinya bagai singa betina lapar yang katanya benar-benar sangat mencintai saya dan sangat mengagumi saya, dan terpesona oleh kebaikan-kebaikan saya, sangat menikmati bercinta dengan saya. beberapa kali kami melakukan hal yang tidak semestinya sampai saya benar2 dibuat terkapar, dan sepertinya sangat bernafsu melihat saya. katanya benar-benar bahagia bisa bercinta dengan saya, benar benar rindu. apalagi tari ini memang masih sangat mudah saat ini baru berumur 22 tahun dimana gairahnya masih berapi-api.

    tari pun akhirnya ingin saya berjanji mau menikahi dia dan jangan sampai melepaskan dia. Ya tuhan, mantan suami kamu masih sepupu saya, dan rumah saya didepan rumahnya, tari mendesak saya untuk menjual rumah itu dan kost bersama dia di daerah lain, sedangkan rumah itu masih atas nama mantan mertua saya, kalaupun saya harus jual saya harus mencari pinjaman dulu untuk balik nama baru bisa saya jual, dan itu tidak sedikit, ya Tuhan apa yang harus saya lakukan, menikahinya dan mempertaruhkan nama baik keluarga besar saya dan pastinya akan kagok kalo ketemu mantan mertua yang masih paman saya, dan sepupu saya yang mantan suaminya tari, sebenarnya tari itu jahatkah kepada saya atau tulus kasihan kesaya, oh ya tari juga ga sampai hamil setelah itu karena memang saya kurang subur. namun tetap saya merasa bersalah dan saya bukan tipe laki laki yang melepas tanggung jawab apapun bentuknya
    mohon saran dan masukannya sahabat curhat
     

Share This Page