Beban karena tidak bisa all out dan nyaman

Discussion in 'Ruang Curhat' started by Mas Dion, 9 May 2016.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. Mas Dion

    Mas Dion New Member

    Dulu saya seorang Asisten Manager Store di perusahaan ritel terbesar di Palembang yang buka cabang di Malang,dengan status single (walaupun usia saat itu sudah mendekati kepala empat). Menikah di 2012 dan dikarunia seorang anak laki-laki di 2013. Namun di 2014 saya harus mundur (resign) dari perusahaan karena selain alami kecelakaan kendaraan (pasang pen di bahu kanan dan pergelangan tangan kanan) juga rencana perusahaan penempatan saya ke luar Jawa yang tidak memungkinkan bagi saya karena faktor keluarga (istri bekerja dan sedang lanjutkan kuliah di Surabaya). Menganggur sambil jalani penyembuhan, saya coba cari pekerjaan. November 2014 diterima bekerja di perusahaan budidaya bunga, awalnya coba jalani tetapi selain salary yang tidak sesuai (sampai saat ini saya belum bisa memiliki rumah dan kendaraan untuk keluarga) juga budaya kerja perusahaan yang tidak cocok (belum profesional) membuat saya merasa terbeban, karena tidak bisa all out. Beda saat saya di retail, saya bisa all out dimana semua ide bisa saya utarakan dan yang sesuai dengan visi dan misi perusahaan saya jalankan. Tekanan ekonomi dan ketidaknyamanan kerja tersebut jadi beban saya saat . Maka pada kesempatan ini, mungkin ada yang bisa bantu saya? Maturnuwun
     
  2. diego sandoro

    diego sandoro Well-Known Member

    emang benar pak kalo berkerja tidak sesuai dengan hati nglakuin pekerjaannya akan terasa sulit dan cenderung tidak semangat apalagi kalo gaji nya tidak sesuai..
    apa bapak tidak tertarik mendirikan usaha mungkin? bapak bekerja atau bertahan di perusahaan tersebut dan menabung sapai bapak mampu mengumpulkan modal untuk usaha.. dulu ayah saya jadi pimpinan direksi di sebuah kota, beliau berfikir kalo seperti ini terus kapan beliau bisa istirahat dari saat itu ayah saya mengundurkan diri dan mendirikan usaha dagang, ya alhamdulilah pak bisa mencukupi keluarga walau hasil dari dagang ini income nya lebih sedikit di banding saat beliau bekerja menjadi pimpinan direksi... hal positifnya yg saya lihat adalah ayah saya bisa berkumpul dengan keluarga setiap hari... ini moment di mana keluarga bahagia
     

Share This Page