Feel Nothing

Discussion in 'Ruang Curhat' started by annabelle, 14 October 2016.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. annabelle

    annabelle New Member

    Sebenarnya saya juga tidak mengerti harus mulai bercerita darimana. Saya sendiri tidak begitu yakin apakah ini merupakan sebuah masalah atau bukan. Yang pasti, saat ini saya cuma merasa seperti hampa. Emm baiklah, dimulai dari perkenalan awal. Saya annabelle usia 24 tahun. Untuk usia segitu, sudah bisa dianggap matang bukan? Begitulah yang seharusnya. Namun sayang sekali, orang tua saya tidak demikian. Bagi mereka mungkin saya hanyalah anak kecil yang tidak bisa melakukan apapun. Begitu menekan sampai saya tidak bisa bergerak. Sejujurnya sudah sejak kecil, orangtua saya terutama ayah menerapkan didikan yang keras, sebab kakek adalah seorang tentara jadi sudah sewajarnya saya sebagai anak menerima didikan layaknya beliau ketika kecil. Orang kedua yang berperan setelah ayah adalah ibu. Ibu memiliki sifat yah bisa dianggap tidak sekeras ayah. Hanya saja karna sikap lunaknya itulah segala apapun yang dipeprintahkan ayah, maka ibu pasti akan mengiyakan. Apabila ayah berteriak A maka tidak ada yang bisa mengubah. Begitulah setiap segala sesuatunya terjadi di rumah seumur hidup saya. Oh iya, dan saya belum menceritakan adik saya. Dia bernama Diah usianya berjarak 7 tahun di bawah saya. Yah cukup jauh memang. Dan mungkkin itulah sebabnya mengapa saya sedikit merasa seperti anak tiri jika dilihat-lihat. Sebab, bukan hanya sikap dan didikan ayah yang tidak ikut diterapkan pada adik saya tapi juga sikap ibu yang sekarang bahkan bisa melakukan pembelaan terhadap kesalahan yang adik saya lakukan. Meskipun, seringkali kesalahan tersebut memang benar karna adik saya, entah kenapa ibu masih bisa membelanya.
    Iri? Tentu...Coba saja bayangkan kamu hidup dengan ikatan selama 24 tahun dan akhirnya muncul saat bebas dan ternyata itu bukan untuk kamu...
    Namun, saya juga merasa beruntung, karna itu berarti orangtua saya masih peduli terhadap saya...
    Hanya saja, saat ini peristiwa yang kali ini tidaklah semudah itu...
    Okey, kita mulai saja ya...
    Jadi, saya sekitar 1 tahun yang lalu baru saja lulus kuliah S1 Teknik Fisika. Namun, entah kenapa setelah kurang lebih 4 bulan setelah kelulusan, saya tidak kunjung mendapatkan pekerjaan. Sedih? Tentu saja...karna segalanya sudah saya lakukan, mulai dari mengikuti jobfair, menebar lamaran dimanapun, dsb. namun saya tetap masih posootof thinking dan meyakinkan diri sendiri bahwa suatu saat nanti pasti akan ada pekerjaan yang baik dan cocok untuk saya, atau mungkin bisa dibilang rejeki saya mungkin masih nanti. Hanya saja, orang tua saya tidak bisa mengerti hal tersebut. Karna bagi mereka mencari pekerjaan saat ini semudah saat mereka masih muda dulu, yang bahkan dengan kemampuan yang pas-pasan bisa memperoleh pekerjaan yang layak. saya pun sudah berkali-kali mencoba memberi penjelasan tentang betapa sulitnya mencari pekerjaan di jaman seperti sekarang ini. Dan seperti biasa, mereka tidak akan bisa terima dan akan selalu dan selalu saja memberi pembanding, entah itu anak tetangga rumah, anak saudara, atau anak teman kantor mereka yang sukses. Setelah dibanding-bandingkan sedemikian rupa, akhirnya saya selalu saja kalah. Hingga pada suatu ketika, pada bulan kelima saya diminta untuk pulang ke rumah orang tua saya. Karna bagi mereka, dengan saya masih berada disana tanpa menghasilkan apapun atau bahkan malah menghambur-hamburkan uang untuk biaya hidup di sana, mereka pikir lebih baik saya pulang saja dan emncari peruntungan disini. Oke baiklah...dengan pemikiran yang cukup panjang dan memantapkan hati, akhirnya saya memutuskan untuk menerima perintah orang tua saya untuk pulang, tapi dengan syarat bahwa ketika saya di rumah saya hanya ingin menambah skill bahasa inggris saya dengan mengikuti kursus, serta apabila selama saya di rumah dan mendapatkan panggilan tes kerja baik itu di dalam maupun di luar pulau maka ayah dan ibu harus mengijinkan serta memberikan biaya untuk berangkat tes. Dan untuk saat itu mereka mengiyakan permintaan saya tersebut. Akhirnya pulanglah saya ke tanah halaman saya. Namuuuuuuuuunnn....lagi lagi dan lagi semua tidak berjaaln seperti yang telah dijanjikan dan hal tersebut benar-benar menbuat saya sangat amat kecewa. Singkat cerita, tidak ada satupun dari perjanjian yang saya minta itu terjadi, tidak ada kursus, tidak ada biaya untuk tes. Yang ada hanya, mendadak ayah bilang "Kamu ayah masukkan kerja di kantor ayah, dengan bantuan kepala kantor, ya bukan pegawai tetap sih, rencananya kamu mau ditempatkan di Laboratorium...Besok kamu ayah ajak menghadap kepala kantor,,pakai pakaian yang formal kalau bisa,,,Ayah sudah ga mau memberi kamu uang lagi,,,mulai saat ini silakan kamu pilih sendiri mau bagaimana...ayah sudah cukup membantu kamu" kira-kira demikianlah yang diucapkan ayah saya ketika itu. Saat mendengar ayah berkata demikian, pikiran saya benar-benar kosong, entah apa yang ada dalam pikiran saya saat itu, saya bahkan sudah tidak ingat. Yang saya tahu, itu bukan jawaban yang ingin saya dengar. Apa? Bekerja? Dimasukkan? itu bukan cita-cita saya. Bukankah seharusnya saya senang, karna dari jutaan pengangguran yang ada, saya tidak lagi termasuk didalamnya...Sempat terlintas di benak saya untuk menolak perintah ayah saat itu, namun saya tidak punya nyali sebesar itu. Karna saya tahu, ayah bukan tipe orang yang bisa dibantah, karna saya sudah mengalamai hal itu seumur hidup saya selama ini. A ya A B ya B, tidak akan pernah bisa berubah. Kalau saya membantah maka yang terjadi hanyalah didikan ala tentara nya yang saya dapat. Dan pada akhirnya saya memilih untuk mengikuti perintah ayah. Masuk kerja sesuai apa yang beliau inginkan, meski menjalankannya tidaklah semudah itu. Di kantor ada banyak sekali bisik-bisik mengenai saya tidak jarang pula mereka memandang rendah terhadap saya. Entah ayah menyadari itu atau tidak, karna saya sendiri jarang bahkan tidak pernah berkomunikasi yang sifatnya intens dengan ayah. Saya kerja bisa dibilang karna keterpaksaan, bukan karna saya tidak menyukai, bukan karna saya tidak bersyukur, tapi karna setiap ayah ada masalah dia selalu saja melampiaskan hal tersebut terhadap saya. Hujatan, cacian, makian, dan yang lainnya yang sangat menyakiti saya. Sedari awal, saya tidak pernah ingin masuk disini, tapi karna sikap ayah yang demikian akhirmya saya harus menurut. Dan setelah berjalan setah 10 bulan ini pun, entah kenapa pandangan ayah terhadap saya malah menjadikan saya semakin seperti tidak bisa apa-apa. Entah sekarang saya harus bagaimana, karna jujur saja setelah 10 bulan sebenarnya saya sempat mengikuti beberapa tes, hanya saja belum ada yang lolos. Saya benar-benar bingung, setelah kontrak kerja saya ini selesai apalagi yang harus saya lakukan. Karna jujur saja, saya bukan orang tanpa keahlian, tapi saya agak kesulitan untuk mengemukakan pendapat dan tidak pernah percaya diri apabila ada di hadapan orang lain. Mungkin disanalah letak kegagalan saya hingga saat ini. dan mengenai orang tua saya, yang ada di pikiran saya hanyalah akan sampai kapan perlakuan yang seperti ini akan berlangsung.
    Mungkin sekian yang bisa saya ceritakan, terimakasih apabila ada yang mau menyimak apalagi bisa meninggalakan sarannya untuk cerita saya ini.
     
  2. juzie

    juzie Well-Known Member

    Pasti ga enak ya kita dituntut gitu sama ortu sendiri, bukannya mmberi semngat malah mmbuat kita smakin down. Yah.. mungkin beliau tdk brmaksud bgitu sih hanya kecewa saja dgn apa yg diharapkannya. mungkin jg ayahmu sdh tdk punya banyak uang buat biaya kursus bhs inggris km
    Nah.. km sendiri sdh tau kan dmn letak kekurangan km, rasa percaya diri itu ga dtg scara lgsng walaupun mmg ada yg mmiliki tipe mudah prcaya diri, tp smuanya itu diperlukan keberanian, mungkin km tipe org yg mudah takut trlihat salah makanya ga PD
    trus mengenai pekerjaan km skrg, itukan sdh mnjadi tanggung jawab km jd apapun itu lakukan yg trbaik. Keterpaksaan itu pasti deh keliatan dr hasil kerja, tetap dikerjakan dgn baik dan tunjukkan klo km jg bisa brprestasi walaupun awalnya km dibantu oleh ayah km sendiri, jd jgn kecewakan ayahmu klo yg ini krn beliau sdh susah payah mmbantu km. Sambil kerja tetap mlamar pekerjaan yg lbh baik, perbaiki kekurangan dan terus berdoa, minta ortu juga doakan km biar dpt kemudahan dlm mncari rejeki.
    Yg sabar ya sis..
     
  3. Kalajengking

    Kalajengking Well-Known Member

    Ortu kamu terkesan memanjakan adik kamu itu karena mereka ga sanggup kalo harus bersikap 'keras' ke semua anak2nya (trust me),

    kamu jadi tumpuan harapan, mereka berusaha bikin kamu jadi 'tangguh' walaupun mungkin penerapannya agak berlebihan, tentang hujatan, cacian, dan makian dari ortu itu latihan mental buat kamu (mereka sebenernya ga tega, trust me) - lebih baik dicaci maki ortu sendiri daripada ama org laen.

    Coba deh maafin ayah kamu, dia cuma menerapkan cara yg dia tahu dari yg pernah dia alami - sekali lagi maafin dia krn ga belajar cara lain atau mencari cara yg paling cocok untuk mendidik kamu.

    Sejauh yg saya simak - so far so good, masih banyak yg tidak seberuntung kamu di 'level' yg sama.
     
    Fathiya likes this.
  4. rikisibarani

    rikisibarani Well-Known Member

    Utk sementara jalani dlu pkerjaan yg skrg ini . . . Sambil terus berusaha , ikut tes lagi dan lagi , di bidang yg diingini . . . Sampai lulus
     

Share This Page