kangen sama adiku ku lempiaskan disini lewat cerita

Discussion in 'Ruang Curhat' started by Asaroh, 10 April 2016.

Silakan gabung jadi member agar bisa posting
  1. Asaroh

    Asaroh New Member

    Maaf kalo nama aslinya pake nama samaran
    Aku orangnya seneng nakutin orang,contohnya ngaggetin orang sampe dianya kena serangan Jantung hehe.
    Seneng maen petak umpet.
    Oh dan hobbyku menggambar.
    Aku kangen sama dua adikku yang badannya lebih besar dariku sebenarnya mereka berdua anak tiri. Dulu waktu aku kecil aku selalu menyiksa kedua adikku, menendang dari belakang hingga jatuh di got yang tingginya kalo gga salah 1meter kurang.
    Aku benci mereka yang tiba" saja masuk kedalam kehidupanku. Dan sampai aku smp aku selalu begitu kepada dua adiku dirumah aku bagaikan raja yang di layani oleh pembantu. Seiring waktu berjalan hingga aku kelas 3smp aku sudah bosan mengganggu kedua adiku perasaan bencipun sudah hilang termakan oleh waktu, tapi mereka masih melayaniku dengan baik tanpa ada perasaan benci dari matanya.
    Keesokan harinya aku pergi kesekolah lebih dulu dari pada adiku, sekolah kita sama tapi aku gga mau pergi bersama kedua adiku yang badannya gemuk sedangkan aku biasa sajah tapi yang sangat membedakan kita adalah kulit kami yang jau lebih putih dari pada mereka, aku turunan inggris blasteran "............".
    Di sekolah aku belajar seperti biasanya bermain bersama teman di sekolah dan waktu istirahat aku sering melihat adiku yang sedang bermain dengan temannya. Jam pulang sekolah aku pergi bareng temanku untuk mengacau di sekolah lain, tapi saat itu aku keingat mereka adiku yang selalu kutinggalkan membiarkan mereka berdua menunggu kedatangan daddy. Untuk hari ini aku coba untuk memperhatikan mereka dari jauh dan sambil ngerokok depan sekolah yang ada warungnya.. ngga lama aku menunggu mereka berdua keluar dari gerbang sekolah bersama temannya, "oh ini gga apa apa kalo aku tinggalkan ada temannya yang bersama mereka. Aku langsung saja meninggalkan tempat itu dan tiba" aku kaget mendengar suara tangisan mereka yang kencang,, ternyata mereka di bully di jahili sama temannya.. spontan tanpa pemikiran panjang aku berlari dan menendang tepat di perut dan dia jatuh terus aku jatuhkan Dia di got dekat gerbang biar dia tahu rasa air gotnya yang busuk itu. Dan kupukuli dua orang perempuan yang membuli adik perempuanku yang lebih besar dariku terlihat lebih tua dia dari padaku.
    Langsung aku tenang juga dua adiku yang benar benar bodoh tidak memanggilku untuk urusan ini. Kenapa kalian berdua tidak memanggilku biar aku yang membereskan tiga babi ini. Adiku tidak menjawab apa apa karna menangis tersedu sedu.
    Aku mencoba untuk menemani adiku di depan srkolah menunggu kedatangan daddy tapi tidak bisa karna aku harus di hukum karna apa yang kulakukan dengan tiga orang yang mejaili adiku.
    Aku di suruh panggil orang tuaku besok dan tiba" saja daddy sudah di depan kantor.
    Setelah masalah yang ku perbuat udah selesai aku pulang dan bertanya lagi kepada adiku kenapa kalian tidak memanggilku kataku adiku tidak menjawab, ambilkan air minum di mangkuk besar aku haus setelah minum aku pergi dan trima kasih kaka karna sudah menolong kami kata kata yang membuatku kaget, kenapa kalian tidak memanggilku kalo kalian di bully ? Apa kalian sudah di bully sejak lama ? Kataku ,mereka menjawab tidak apa apa kakak kami sudah biasa begini. Ahh bego kalian aku mau keluar dulu pergi main menyusahkan saja kalian ini. Kakak sekarang sudah sayang sama kamikan ? Kata mereka dan jawabku gga tau ahh, dan disinilah aku mulai memperbaiki kehidupanku yang membuat adiku jadi pembantu dan kebahagiaan yang kudapati sangat lebih menyenangkan yang belum pernah kurasakan, aku menjalani hariku lebih banyak bersama adiku sekarang dan kebahagiaan yang kudapati sangat nyata yang kurasakan menceritakan kisah ini membuatku menangis terharu mengingat kejadian 7 tahun lalu, aku bersyukur punya adik sekarang mereka berdua duduk di kelas 2smp adik lakilakiku kelas 3 smp adik perempuanku. Adik perempuanku mempunyai prestasi yang luar biasa sejak tk tidak pernah absen dari peringkat pertama. Dan sekarang aku sudah berada di jakarta kangen rasanya sama merekea berdua aku selalu terharu mengingat kejadian dulu, sekarang aku bekerja di sebuah bank indonesia jadi office boy, jenjang pertamaku menuju kesuksesan, mencoba untuk kuliah pada tahun ini.
    Maaf kalo ceritanya rumit untuk di pahami karna aku bukan jurnalis, dan makasih sudah membaca cerita curhatku tentang masalaluku
     

Share This Page