Aku sudah lulus,.... cita-citaku adalah menjadi pengusaha , namun aku ingin bekerja dulu di sebuah perusahaan untuk menempa pribadi, koneksi dan kepercayaan diri. Tapi orang tua menuntut pulang melanjutkan usaha beliau, menjadi tangan kanannya , hingga nanti usaha itu bisa aku lanjutkan sendiri. Baik memang.............. Tapi ya Allah , dear pembaca .......dengan diriku yang sekarang diserahi tanggung jawab seperti itu rasanya aku tidak sanggup. Aku tidak sanggup menjalani usaha yang aku tidak suka mengerjakannya. terlebih dengan sikap orang tua yang masih suka mengatur ini itu, otoriter, taunya anaknya bodoh dan tidak tahu apa2 Masih harus dilindungi. Kalu dengan cara seperti itu aku berwirausha --> aku tidak bahagia, tertekan, tidak bebas dan tidak punya teman, berkreasi dan berinovasi pun aku tidak akan berani Aku berada di persimpangan yang sulit.... sudah lama rasanya ingin kusampaikan kata hatiku ... "keinginanku begini loh pak " : kerja sama orang ---> mapan---> buka usaha sendiri---> matang dalam pikiran dan bisa equal dengan orang tua dalam pengambilan keputusan---> baru bantu usaha bapak Tapi tidak ada kata yang terucap, ketika beliau menelponku, aku begitu takut... kalau nanti dimarahi, dibentak, dianggap anak tak tahu diri atau durhaka. Karena bapak orangnya amatlah otoriter. Tapi ketika aku bicara pada beliau kalau saaat ini aku akan menjalani interview tahap akhir di salah satu perusahaan FMGC ternama, beliau langsung marah,.... aku dibilang anak tak tahu diri, hanya memikirkan kepentingan sendiri. tidak peduli keluarga,....., "dikasih kesempatan enak2, malah kamu cari susah2 diluar mengais rezeki! Kerja sama orang, belum tentu bisa dapat penghasilan kayak bapak" "Siapa nanti yg akan mengurus usaha kalau bukan kamu ?" Aku berusaha menjelaskan keinginanku ' development diri dulu di kehidupan yg keras sebelum berwirasuha dengan beliau, tetapi tidak didengar Aku capek sudah , beliau hanya memikirkan diri beliau saja,..... bagaimana dengan masa depan anakmu ? yang akan menjalani masa depanku siapa ? apakah bapak atau aku ? beliau bilang bahwa orang tua ingin nakanya bahagia tidak mau repot2. I understand that,..... tapi yg terbaik menurut bapak apa terbaik bagi sang anak sekarang ??? Masa depanku, pd detik ini adalah yg paling krusial dan aku yg akan menjalani. Beliau menelpon 1 jam lebih marah2 tak keruan, padahal pasti dierima pun belum tentu..... Akhirnya aku nekat dan bilang kalau aku tak mau pulang ke rumah dulu aku masih mau merantau yang jauh, kalu tak diterima ,... aku akan melamar ditempat kerja lain.... Pada akhirnya bapak menyerah ... tetap ngomel2, air mataku kutahan2 agar tidak tumpah Dear pembaca salahkah aku menuruti kata hatiku... ? tak tahu dirikah aku ?