Halo.. saya mau curhat nih.. Saya ini punya 2 pariban tapi bukan dari keluarga utama, mama mereka semarga dengan saya.. Pariban yg pertama sebut saja E lebih tua 3 tahun dari saya, pariban yang kedua S cuma lebih tua 5 bulan dari saya.. kami bertiga berkuliah di kota yang sama. Pertama kali saya bertemu mereka tahun 2012, saya menyukai si S ini. Kemudian beberapa bulan kami tidak bertemu karena sibuk kuliah masing2. Kami pernah bertemu lagi waktu abang S kena DB dan masuk ICU, disitu saya bertemu bapauda(om) dan bou(tante) dari jakarta dan kedua pacar abang2 saya.. tidak butuh berapa jam, bou dari jakarta bertanya "kamu pilih siapa dek? Abang E apa Abang S?" Tepat didepan kedua pacar mereka.. saya kaget dan tak tahu harus menjawab apa, haruskah saya jawab? Kalau saya jawab akankah menyakiti hati salah satu pacar mereka? Kemudian saya memutuskan untuk ketawa sja, "ah bou nih, enggak lah bou" begitu saya jawab, kemudian saya permisi ketoilet mencoba menghindari pertanyaan selanjutnya. Setelah pertemuan karena si abang kena DB, kami bertemu lagi april tahun ini, demi nikahan kakak tertua mereka kak P di bali, aku pun memberanikan diri untuk mengirim chat ke abang S duluan, berharap tidak terlihat modus. Dia pun menjawab semua chat saya dengan cepat dan baik sekali.. (FYI: ini kali pertama saya chat2an dengan dia secara pribadi). Kami pun janjian berangkat bertiga bersama. Selama di bali banyak kejadian yang membuat saya semakin jatuh hati dengannya.. 5 hari saya selalu bersama keluarga utamanya, bahkan waktu bersama papa mama saya tidak seintens saya dengan mereka, lebih tepatnya saya diculik oleh keluarga si abang S. Selama di bali, si abang S selalu jalan disamping atau dibelakang saya, saya jadi gugup, takut ketahuan sering melirik dia.. hingga di kota kami menuntut ilmu pun, (bou ikut ke kota kami) ketika jalan2 di kota bersama, dia sering sekali tepat dibelakang saya. Saya senang sekali, ketika duduk bersampingan dibelakang bersama dia, berdampingan berjalan bersama dia. Semua yang bersama dia pasti menyenangkan. Mamanya si abang S sangatlah dekat dengan saya, kami seperti kakak beradik yang sering curhat2an, saya rasa kami sangat dekat. Papa saya sangat dekat dengan mereka, mereka bertiga seperti sahabat dekat sudah lama sekali.. bercanda bersama, saya iri dengan papa saya bisa bercanda dengan abang S -_-.. Mama saya pun begitu, mereka dekat dengan kedua orang tua saya.. Setiap malam, sejak dari bali sampai saya sudah kembali ke kota dimana saya menuntut ilmu, saya bermimpi bahwa saya dan si abang S mempunyai masa depan sebagai pasutri, saya berfikir dialah orangnya, orang yang akan menjadi pertama dan terakhir dihidup saya. (FYI: saya belum pernah berpacaran tapi didekati oleh cowok lumayan banyak sih). Tapi ketika kami ditinggal berdua sja, kami diam saja tidak ada topik yang bisa kami bicarakan? Haruskah saya memulai duluan? Tapi apakah boleh saya menyukai pariban saya? Bolehkah kami bersama? Apakah dia juga ada rasa kepada saya?